Bawaslu Bekali Pelajar Daya Utama Mustika Jaya Jadi Pemilih Cerdas dan Kritis.
|
Kota Bekasi – Bawaslu memberikan sosialisasi pendidikan politik kepada para pelajar di Sekolah Daya Utama, Mustika Jaya, pada 8 September 2026. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemilih pemula mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara sadar, bebas, dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, materi pendidikan politik disampaikan oleh Jhony Sitorus, Anggota Bawaslu Kota Bekasi. Materi yang diberikan mengangkat tema pendidikan politik bagi pemilih pemula dengan fokus pada upaya membangun pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Pemilih pemula menjadi salah satu bagian penting dalam masa depan demokrasi. Karena itu, para pelajar perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, termasuk memahami proses politik serta menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab. Demokrasi yang berkualitas juga membutuhkan pemilih yang tidak mudah dipengaruhi oleh berbagai informasi maupun tekanan dari lingkungan.
Melalui sosialisasi tersebut, pelajar diperkenalkan dengan pendidikan politik sebagai proses pembelajaran untuk memahami kehidupan politik dan demokrasi. Pendidikan politik tidak ditujukan untuk mengarahkan pilihan kepada kandidat tertentu, tetapi untuk membangun kemampuan memilih secara sadar, kritis, rasional, mandiri, dan bertanggung jawab.
Selain itu, materi membahas hak dan kewajiban pemilih. Pemilih memiliki hak untuk menentukan pilihan secara bebas, langsung, umum, rahasia, jujur, dan adil serta memperoleh informasi yang benar mengenai pemilu dan peserta pemilu. Pemilih juga memiliki kewajiban menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menghormati pilihan orang lain, menjaga persatuan, serta menolak praktik politik uang dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu.
Dalam menghadapi perkembangan teknologi, literasi politik di era digital juga menjadi bagian penting dalam sosialisasi. Para pelajar diingatkan agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya. Informasi perlu diperiksa melalui sumber, tanggal, konteks, dan bukti, serta dibandingkan dengan beberapa sumber yang kredibel sebelum dibagikan.
Materi sosialisasi juga menekankan bahaya politik uang yang dapat merusak kebebasan pemilih dan kualitas demokrasi. Pemilih didorong untuk menentukan pilihan berdasarkan gagasan, rekam jejak, integritas, kompetensi, dan program, bukan karena uang atau pemberian, popularitas, tekanan lingkungan, maupun informasi yang belum terbukti kebenarannya.
Para pelajar juga diberikan langkah-langkah untuk memilih secara cerdas, mulai dari mengenali peserta dan calon, mempelajari visi, misi, program, serta rekam jejak, memeriksa informasi dan menghindari hoaks, hingga menentukan pilihan secara mandiri dan menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar sebagai pemilih pemula dapat menjadi pemilih yang kritis dan mandiri, menjadi pelopor anti-politik uang, menjaga ruang digital dari hoaks dan ujaran kebencian, serta menghormati perbedaan pilihan politik. Dengan pemilih pemula yang semakin sadar dan memahami arti pilihannya, partisipasi masyarakat dalam demokrasi diharapkan dapat semakin berkualitas.
Penulis : Regina
Foto : Fabian