Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bekasi Dorong Generasi Muda Cerdas dan Peduli terhadap Pemilu Demokratis.

SMKS Bhinneka Nusantara Bekasi

Pelajar dapat mempelajari pentingnya Pemilu dan demokrasi, memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipercaya, tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta menghargai pilihan politik orang lain tanpa melakukan perundungan akibat perbedaan pilihan.

Bekasi — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi terus mendorong peningkatan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai demokrasi dan pentingnya partisipasi dalam kehidupan demokratis. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan edukasi kepada pelajar di SMKS Bhinneka Nusantara Bekasi pada Senin, 14 September 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Jhonny Sitorus, S.Sos., Anggota Bawaslu Kota Bekasi, sebagai narasumber dengan materi Membangun Generasi Muda yang Cerdas dan Peduli terhadap Pemilu Demokratis.”

Dalam penyampaiannya, Jhonny menjelaskan bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan proses memilih pemimpin atau wakil rakyat melalui mekanisme yang demokratis. Sementara itu, demokrasi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan keputusan bersama. Nilai-nilai demokrasi tersebut antara lain kebebasan berpendapat, kesetaraan, musyawarah, menghargai perbedaan, serta sikap bertanggung jawab.

Menurutnya, kepedulian terhadap demokrasi tidak harus menunggu seseorang memiliki hak pilih. Lingkungan sekolah menjadi salah satu ruang penting untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini. Pelajar dapat memulainya dengan menghargai pendapat orang lain, bersikap kritis terhadap informasi, tidak mudah mempercayai berita palsu, mengambil keputusan secara bijaksana, serta menjalankan hak dan kewajiban secara bertanggung jawab.

Nilai demokrasi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Pemilihan ketua OSIS, pemilihan ketua kelas, maupun kesempatan menyampaikan pendapat dalam ruang kelas merupakan contoh sederhana praktik demokrasi yang dapat membentuk kebiasaan berdemokrasi di kalangan pelajar.

Jhonny juga mengajak para siswa untuk menunjukkan kepedulian terhadap Pemilu melalui berbagai tindakan positif. Pelajar dapat mempelajari pentingnya Pemilu dan demokrasi, memperoleh informasi dari sumber yang dapat dipercaya, tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang belum terbukti kebenarannya, serta menghargai pilihan politik orang lain tanpa melakukan perundungan akibat perbedaan pilihan.

Lebih lanjut, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun demokrasi. Pelajar diharapkan mampu menjadi pemilih yang cerdas dengan mempertimbangkan informasi sebelum menentukan pilihan, menjadi generasi yang kritis dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan, serta menjadi generasi yang toleran dalam menghadapi perbedaan pendapat dan pilihan. Penggunaan media sosial juga perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, maupun provokasi.

Melalui kegiatan edukasi tersebut, Bawaslu Kota Bekasi mengajak para pelajar untuk memahami bahwa demokrasi bukan hanya berlangsung ketika Pemilu dilaksanakan, tetapi juga dapat dibangun melalui kebiasaan sehari-hari. Musyawarah, menghargai perbedaan, berani menyampaikan pendapat, serta bertanggung jawab terhadap informasi yang diterima dan dibagikan merupakan bagian dari upaya membentuk generasi penerus yang demokratis.

“Demokrasi Dimulai dari Kita.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa membangun demokrasi membutuhkan keterlibatan setiap generasi. Dari lingkungan sekolah, para pelajar dapat mulai membangun karakter sebagai generasi yang cerdas dalam menerima informasi, bijak dalam berpendapat, toleran terhadap perbedaan, bertanggung jawab, serta peduli terhadap masa depan bangsa.

Melalui pendidikan demokrasi yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan semakin banyak generasi muda Kota Bekasi yang memiliki pemahaman, kepedulian, dan sikap positif terhadap proses demokrasi serta Pemilu.

Penulis : Fabian

Foto     : Regina