Lompat ke isi utama

Berita

Choirunnisa Bekali Kader IPNU-IPPNU dengan Kepemimpinan dan Nilai Demokrasi Partisipatif

Choirunnisa

Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Choirunnisa Marzoeki, menyampaikan materi Psikologi Pelatih pada kegiatan LATIN I dan LATPEL I kolaborasi IPNU-IPPNU Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok, Sabtu (4/7).

DEPOK - Anggota Bawaslu Kota Bekasi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2HM), Choirunnisa Marzoeki, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun budaya demokrasi yang partisipatif melalui penguatan kapasitas kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial.

"Kader muda tidak hanya dipersiapkan menjadi pemimpin organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi agen edukasi yang mendorong tumbuhnya partisipasi masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Kepemimpinan yang baik lahir dari kemampuan memahami orang lain, membangun komunikasi, dan mengajak masyarakat terlibat dalam setiap proses yang berdampak bagi kepentingan bersama," ujar Choirunnisa saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Instruktur (LATIN) I dan Latihan Pelatih (LATPEL) I yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh IPNU-IPPNU Kota Bekasi, IPNU-IPPNU Kabupaten Bekasi, dan IPNU-IPPNU Kota Depok di Gedung Pemuda Al-Nahdlah, Kota Depok, Sabtu (4/7).

Pada kesempatan tersebut, Choirunnisa menyampaikan materi Psikologi Pelatih yang membahas pentingnya membangun karakter instruktur dan pelatih yang adaptif, komunikatif, serta mampu memahami karakter peserta dalam proses kaderisasi. Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan pelatih menciptakan ruang belajar yang inklusif, kolaboratif, dan mendorong peserta untuk berkembang.

Ia menjelaskan bahwa seorang pelatih memiliki tanggung jawab membentuk pola pikir dan karakter peserta agar memiliki integritas, kemampuan berkomunikasi, serta semangat kolaborasi. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menjalankan peran di organisasi maupun saat berkontribusi di tengah masyarakat.

"Kaderisasi yang baik akan melahirkan generasi yang mampu berpikir kritis, menyelesaikan persoalan secara kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Karakter seperti inilah yang dibutuhkan untuk memperkuat demokrasi yang sehat dan partisipatif," tambahnya.

Keterlibatan Choirunnisa sebagai narasumber pada kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kota Bekasi memperluas jejaring kemitraan dengan organisasi kepemudaan dalam meningkatkan literasi demokrasi. Kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu strategi untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya partisipasi dalam mengawal proses demokrasi.

Choirunnisa
Choirunnisa Marzoeki, memaparkan pentingnya kepemimpinan dan komunikasi dalam membangun kader muda yang berpartisipasi aktif dalam demokrasi.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program Forum Warga yang dikembangkan Bawaslu Kota Bekasi sebagai bagian dari Sosialisasi Pengawasan Partisipatif. Melalui Forum Warga, Bawaslu membuka ruang dialog dan kolaborasi bersama komunitas, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, akademisi, hingga masyarakat umum untuk memperkuat pemahaman tentang demokrasi dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasan setiap tahapan pemilu.

Melalui sinergi tersebut, Bawaslu Kota Bekasi berharap semakin banyak organisasi kepemudaan yang menjadi mitra strategis dalam membangun budaya pengawasan partisipatif. Penguatan kapasitas generasi muda diharapkan mampu melahirkan kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak pendidikan demokrasi dan partisipasi masyarakat demi terwujudnya pemilu yang demokratis, berintegritas, dan berkualitas.

Humas-Af