Choirunnisa Bekali Kader PSI Kota Bekasi Jadi Kader Politik yang Adaptif
|
KOTA BEKASI – Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Choirunnisa Marzoeki, menjadi narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader dan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi, Sabtu (8/8), di Gedung Kerindanku, Mega Bekasi.
Kegiatan yang diselenggarakan DPD PSI Kota Bekasi tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kader sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kehidupan demokrasi. Dalam kesempatan tersebut, Choirunnisa menyampaikan materi bertajuk “Kader Politik yang Adaptif”.
Dalam paparannya, Choirunnisa menekankan bahwa menjadi calon anggota legislatif (caleg) bukan sekadar tentang memenangkan suara. Menurutnya, seorang caleg perlu memiliki kesiapan untuk memahami masyarakat, memperjuangkan nilai, menyelesaikan persoalan, serta memberikan kontribusi melalui jalur politik yang sesuai dengan aturan.
“Menjadi caleg bukan sekadar tentang memenangkan suara, tetapi tentang kesiapan memahami masyarakat, memperjuangkan nilai, menyelesaikan persoalan, dan memberikan kontribusi melalui jalur politik yang sesuai aturan,” ujar Choirunnisa.
Untuk menjadi kader politik yang adaptif, lanjutnya, terdapat tiga hal utama yang perlu dimiliki, yakni memahami politik dan aturan, memahami wilayah serta persoalan masyarakat, dan memiliki gagasan serta kontribusi yang nyata.
Choirunnisa juga menekankan pentingnya literasi kepemiluan bagi kader dan caleg. Pemahaman terhadap aturan Pemilu diperlukan agar aktivitas politik yang dilakukan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Ia menjelaskan, tahapan Pemilu yang perlu dipahami meliputi pemutakhiran data pemilih, penetapan peserta Pemilu, pencalonan, masa kampanye, masa tenang, pemungutan dan penghitungan suara, hingga rekapitulasi. Materi tersebut juga tercantum dalam bahan paparan yang disampaikan kepada peserta.
Selain tahapan Pemilu, peserta juga diajak mengenali pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu, mulai dari KPPS, PPS, PPK, Pengawas TPS, Pengawas Kelurahan/Desa, Panwaslu Kecamatan hingga Panwaslu/Bawaslu.
Pemahaman terhadap wilayah juga menjadi bagian penting dalam membentuk kader politik yang adaptif. Choirunnisa mengajak peserta untuk mengenali daerah pemilihan (dapil), termasuk jumlah kursi dan pemilih, tokoh masyarakat serta komunitas, persoalan utama masyarakat, hingga potensi dan tantangan di setiap wilayah.
Melalui pembekalan tersebut, kader PSI diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan menghadapi proses politik dan kontestasi Pemilu, tetapi juga mampu memahami aturan, membaca kebutuhan masyarakat, serta menghadirkan gagasan dan kontribusi yang nyata dalam kehidupan demokrasi.
Humas-Af