Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu, Perkuat Kepercayaan Publik dan Partisipasi Masyarakat
|
Bogor — Kehumasan Bawaslu terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan karakter masyarakat yang semakin dinamis. Humas tidak lagi sekadar menjadi papan informasi online, tetapi hadir sebagai platform komunikasi sekaligus penghubung antara Bawaslu dengan masyarakat.
Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenti, saat membuka kegiatan “Refleksi & Transformasi Kehumasan Bawaslu dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Penguatan Partisipasi” yang berlangsung pada 23–25 September 2026 di Kota Bogor.
Dalam arahannya, Lolly menekankan pentingnya kehumasan untuk mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan karakter audiens. Informasi kelembagaan tidak cukup hanya disampaikan, tetapi perlu dikemas dengan pendekatan komunikasi yang relevan agar pesan Bawaslu dapat diterima dan dipahami masyarakat.
“Kehumasan bukan lagi hanya papan informasi online, tetapi menjadi platform dan penghubung antara Bawaslu dengan masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam pembukaan kegiatan.
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Herwyn J.H. Malonda menyampaikan bahwa kerja-kerja kehumasan pada dasarnya merupakan bagian dari kerja Bawaslu secara keseluruhan. Kehadiran humas menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk mengetahui aktivitas, peran, serta kerja-kerja pengawasan yang dilakukan Bawaslu.
“Kerja-kerja humas adalah kerja Bawaslu. Melalui humas, masyarakat dapat mengetahui kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat,” ujar Herwyn.
Kegiatan yang diikuti jajaran Bawaslu se-Jawa Barat ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas kehumasan. Peserta mendapatkan pemahaman lebih mendalam mengenai publikasi, strategi komunikasi publik, peran strategis humas, hingga orientasi pembuatan konten yang sesuai dengan perkembangan media dan karakter audiens saat ini.
Sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang komunikasi publik turut memberikan perspektif dan pengalaman mengenai bagaimana membangun komunikasi kelembagaan yang efektif, kreatif, adaptif, serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Melalui kegiatan ini, kehumasan Bawaslu didorong untuk tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi bagian strategis dalam membangun komunikasi dua arah, memperkuat kepercayaan publik, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi.
Karena ketika masyarakat tahu, memahami, dan terhubung dengan kerja Bawaslu, di situlah partisipasi publik dapat tumbuh.
Penulis dan Foto : Indaha