Lompat ke isi utama

Berita

Rektor Institut STIAMI Bekasi Sambut Baik Kolaborasi Penguatan Demokrasi Bersama Bawaslu Kota Bekasi

Institut STIAMI Bekasi

Anggota Bawaslu Kota Bekasi bersama Rektor Institut STIAMI Bekasi dan jajaran usai audiensi sebagai bentuk komitmen memperkuat kolaborasi dalam penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif.

KOTA BEKASI - Bawaslu Kota Bekasi melakukan audiensi dengan Institut STIAMI Bekasi dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan dan konsolidasi demokrasi, Rabu (15/7). Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan program Kelas Demokrasi yang akan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pengawasan partisipatif.

Rombongan Bawaslu Kota Bekasi diterima langsung oleh Rektor Institut STIAMI Bekasi, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si. Dari pihak Bawaslu Kota Bekasi hadir Anggota Bawaslu Kota Bekasi Choirunnisa Marzoeki, Muhamad Sodikin, dan Jhonny Sitorus, didampingi jajaran sekretariat Nur M. Nashrullah dan Kristianto Chandra.

Selain membahas pelaksanaan program Kelas Demokrasi, audiensi tersebut juga menjadi forum koordinasi dalam rangka persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kota Bekasi dan Institut STIAMI Bekasi sebagai landasan penguatan kerja sama di bidang pendidikan demokrasi, pengawasan partisipatif, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Rektor Institut STIAMI Bekasi, Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si., menyambut baik inisiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Bawaslu memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda.

"Kami menyambut baik kedatangan dan maksud dari Bawaslu Kota Bekasi. Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU saja, tetapi dapat menjadi agenda yang berkelanjutan dalam memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat," ujar Sylviana.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, mengatakan bahwa Institut STIAMI menjadi salah satu mitra strategis dalam upaya meningkatkan partisipasi politik generasi muda melalui pendidikan demokrasi.

"Kampus STIAMI menjadi target kami untuk menanamkan benih-benih demokrasi. Harapan kami, tingkat partisipasi mahasiswa pada Pemilu mendatang akan meningkat," ujar Jhonny.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa menjadi sangat penting mengingat besarnya proporsi pemilih muda pada pemilu mendatang.

"Kalangan mahasiswa merupakan bagian dari Generasi Z dan milenial yang kini jumlahnya telah mencapai sekitar 50 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT). Karena itu, mereka memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas demokrasi sekaligus menjadi pelopor pengawasan partisipatif di tengah masyarakat," tambahnya.

STIAMI
Bawaslu Kota Bekasi berdiskusi dengan Rektor Institut STIAMI Bekasi mengenai rencana pelaksanaan program Kelas Demokrasi

Audiensi berlangsung lancar dengan membahas berbagai agenda kolaborasi dalam penguatan demokrasi dan pengawasan partisipatif. Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak berkomitmen membangun kerja sama yang berkelanjutan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan pelaksanaan program Kelas Demokrasi sebagai sarana peningkatan literasi demokrasi serta penguatan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

Foto: Kristianto Chandra B

Penulis: Humas-Af