Lompat ke isi utama

Berita

Kesbangpol Kota Bekasi Dorong Peserta P2P Jadi Generasi Muda yang Aktif Mengawal Demokrasi

Kesbangpol

Hudi Wijayanto, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, menyampaikan sambutan pada pembukaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 di Kantor Bawaslu Kota Bekasi, Kamis (11/6)

KOTA BEKASI - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi, Hudi Wijayanto, mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam kehidupan demokrasi melalui partisipasi politik yang bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan Bawaslu Kota Bekasi, Kamis (11/6).

Menurut Hudi, partisipasi masyarakat dalam demokrasi tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian aspirasi, tetapi juga melalui penggunaan hak pilih dalam setiap pemilihan umum. Ia menegaskan bahwa generasi muda harus berani menyampaikan pendapat secara konstruktif dan tidak hanya terlibat ketika berada dalam kelompok atau kerumunan.

“Tahun 2024 kemarin kita telah melewati momentum demokrasi yang sangat penting melalui penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. Keberhasilan proses tersebut tidak lepas dari keterlibatan masyarakat yang menggunakan hak pilihnya secara aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa demokrasi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia yang tercermin melalui budaya musyawarah dan mufakat, mulai dari tingkat keluarga, lingkungan, hingga pemilihan pemimpin di tingkat nasional. Karena itu, masyarakat perlu mensyukuri hak politik yang dimiliki melalui prinsip satu orang satu suara (one person, one vote), yang tidak diterapkan di seluruh negara di dunia.

Kesbangpol
Hudi Wijayanto agar peserta P2P tidak apatis dan berani berpartisipasi dalam demokrasi.

Hudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara pemilu, peserta pemilu, aparat pemerintah, dan masyarakat yang telah berkontribusi menjaga kondusivitas serta menyukseskan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada di Kota Bekasi.

Di hadapan peserta P2P, ia berharap kesempatan mengikuti pelatihan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan wawasan kepemiluan dan memperkuat peran masyarakat dalam mengawal demokrasi.

“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan seperti ini. Karena itu, manfaatkan kegiatan P2P sebagai ruang belajar dan penguatan kapasitas agar dapat berkontribusi bagi demokrasi yang semakin baik di masa mendatang,” pungkasnya.

Foto: Aprianto Bima

Penulis: Humas-Af