Bawaslu dan KPA Kota Bekasi Gagas Kolaborasi Pendidikan Demokrasi bagi Generasi Muda
|
KOTA BEKASI - Bawaslu Kota Bekasi dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bekasi menggagas kolaborasi sosialisasi dan edukasi bagi generasi muda, khususnya Gen-Z dan pemilih pemula, terkait pendidikan demokrasi serta pencegahan penyebaran HIV/AIDS. Gagasan kerja sama tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor KPA Kota Bekasi, Senin (25/5).
Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, menjelaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok strategis yang perlu mendapatkan penguatan pemahaman mengenai nilai-nilai demokrasi sekaligus edukasi kesehatan sosial. Menurutnya, Bawaslu dan KPA memiliki kesamaan sasaran dalam kegiatan sosialisasi, yakni kelompok pemilih pemula dan masyarakat yang membutuhkan peningkatan literasi.
"Kami berkepentingan untuk hadir di tengah kalangan generasi muda dan pemilih pemula untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak usia dini. Pada kelompok Gen-Z ini juga penting diberikan pemahaman mengenai pencegahan dan deteksi dini HIV/AIDS guna menciptakan lingkungan yang sehat dan suportif," ujar Jhonny.
Ia menambahkan, selain menyasar generasi muda, kegiatan edukasi juga direncanakan menyentuh kelompok masyarakat rentan. Menurutnya, upaya peningkatan partisipasi dan pemahaman masyarakat harus dilakukan secara inklusif agar seluruh warga negara memperoleh akses informasi yang setara.
"Selain Gen-Z, kami juga akan melakukan edukasi kepada kelompok masyarakat rentan, seperti penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), lansia, dan kelompok masyarakat lainnya yang membutuhkan perhatian khusus," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sekretariat KPA Kota Bekasi, Endang Suharyadi, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menilai sinergi antar lembaga menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait pencegahan HIV/AIDS.
"Upaya edukatif ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus meluruskan berbagai mitos yang masih berkembang mengenai HIV/AIDS," ujar Endang.
Lebih lanjut, Endang menjelaskan bahwa KPA Kota Bekasi tengah mempersiapkan pembentukan kader peduli pencegahan HIV/AIDS di 56 kelurahan se-Kota Bekasi. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penyebarluasan informasi dan pendampingan bagi masyarakat.
"Kita perlu menekan stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Saat ini terdapat sekitar 4.600 ODHA yang memerlukan pendampingan, dan mereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara," katanya.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kota Bekasi dan KPA Kota Bekasi berencana menghadirkan kegiatan sosialisasi yang berfokus pada pengenalan HIV/AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya deteksi dini.
Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Kota Bekasi dan KPA Kota Bekasi menegaskan komitmen bersama dalam memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda dan kelompok rentan, melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada peningkatan pemahaman isu sosial dan kesehatan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari konsolidasi demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada pengawasan pemilu, tetapi juga pada pembentukan kesadaran, partisipasi, serta tanggung jawab warga negara dalam kehidupan demokratis yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis: Jhonny Sitorus
Editor: Humas-Af