Bawaslu Kota Bekasi Bersama Bawaslu Jakarta Barat dan Bawaslu Kota Cirebon Gelar Konsolidasi Demokrasi Peringatan Hari Kartini
|
Kota Bekasi - Bawaslu Kota Bekasi bersama Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat dan Bawaslu Kota Cirebon menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Konsolidasi Demokrasi: Refleksi Perjuangan Perempuan dan Proyeksi Keterlibatannya dalam Penguatan Demokrasi Partisipatif di Indonesia” pada Rabu, (22/4). Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini sekaligus ruang refleksi bersama lintas daerah dalam memperkuat peran perempuan dalam demokrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran sekretariat Bawaslu, unsur organisasi perempuan, Panwaslu Kecamatan pada Pemilihan Tahun 2024, serta kader Pengawas Partisipatif (P2P). Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperluas partisipasi dan memperkuat pengawasan pemilu yang inklusif.
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi gagasan dari tiga narasumber, yakni Anggota Bawaslu Kota Administrasi Jakarta Barat Fitriani, Ketua Bawaslu Kota Bekasi Vidya Nurrul Fathia, dan Ketua Bawaslu Kota Cirebon Devi Siti Sihatul Afiah. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antar-Bawaslu dalam membangun perspektif yang lebih komprehensif terkait penguatan demokrasi partisipatif berbasis pengalaman di masing-masing daerah.
Fitriani dalam pemaparannya menekankan bahwa semangat perjuangan Kartini tetap relevan dalam demokrasi modern. Ia menyampaikan bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga negara, termasuk perempuan, dengan akses yang setara dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam konteks pengawasan pemilu, ia menegaskan pentingnya memperkuat kelembagaan pengawas, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik melalui pengawasan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, sinergi antar-Bawaslu menjadi kunci dalam menjadikan pengawasan pemilu sebagai gerakan bersama sekaligus ruang pembelajaran demokrasi bagi masyarakat.
Selanjutnya, Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia, menekankan bahwa penguatan peran perempuan dalam demokrasi membutuhkan kerja bersama lintas wilayah dan kelembagaan. Ia menyampaikan bahwa perempuan tidak hanya hadir sebagai representasi, tetapi juga sebagai aktor utama dalam menjaga kualitas demokrasi. Vidya juga mengungkapkan bahwa keterwakilan perempuan di Bawaslu Kota Bekasi telah mencapai 40 persen. Namun demikian, melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar daerah, peningkatan keterlibatan perempuan di tingkat badan ad hoc seperti Panwascam dan Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) masih menjadi perhatian bersama.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Cirebon, Devi Siti Sihatul Afiah, mengangkat pentingnya solidaritas perempuan dalam ruang demokrasi. Ia menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi, seperti budaya patriarki, stereotipe, hingga praktik pembenturan antarperempuan. Menurutnya, tantangan tersebut perlu dihadapi melalui penguatan jejaring, kolaborasi, serta peningkatan kapasitas perempuan agar dapat berperan lebih optimal dalam pengawasan pemilu.
Melalui kegiatan kolaboratif ini, Bawaslu Kota Bekasi bersama Bawaslu Jakarta Barat dan Bawaslu Kota Cirebon berharap dapat memperkuat sinergi kelembagaan serta mendorong partisipasi perempuan yang lebih aktif dalam demokrasi. Diskusi yang berlangsung juga berjalan secara interaktif, dengan antusiasme peserta dalam menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan pengalaman di lapangan, sehingga memperkaya perspektif bersama dalam upaya mewujudkan pengawasan pemilu yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas.
Humas-Af