Bawaslu Kota Bekasi Gelar Kelas Demokrasi, Bekali Pemilih Pemula di SMKN 2
|
KOTA BEKASI - Bawaslu Kota Bekasi kembali menggelar Kelas Demokrasi bagi pelajar, kali ini menyasar siswa kelas XI Akuntansi 1 SMK Negeri 2 Kota Bekasi, Selasa (14/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pemahaman kepemiluan, khususnya bagi pemilih pemula.
Hadir sebagai narasumber Ketua Bawaslu Kota Bekasi Vidya Nurrul Fathia dan Anggota Bawaslu Kota Bekasi Choirunnisa Marzoeki. Turut hadir pula jajaran sekretariat Bawaslu Kota Bekasi, di antaranya Kasubbag Pengawasan dan Humas Rendy Tri Rachmawan beserta staf sekretariat.
Dalam pemaparannya, Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia menegaskan bahwa demokrasi memiliki makna yang jauh lebih luas dari sekadar kegiatan pencoblosan.
“Demokrasi bukan hanya soal mencoblos di bilik suara, tetapi tentang menentukan rancang bangun masa depan bangsa selama lima tahun ke depan. Siswa-siswi SMKN 2 Kota Bekasi pada pemilu mendatang akan menjadi pemilih pemula. Suara mereka bukan sekadar angka statistik, melainkan penentu arah pembangunan Kota Bekasi dan Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas pemilih dalam mendukung demokrasi yang berintegritas.
“Kota Bekasi memang membutuhkan tenaga terampil di sektor industri, namun dalam demokrasi, kota ini juga membutuhkan pemilih yang bermartabat, berintegritas, dan cerdas. Jangan biarkan hak istimewa tersebut terbuang sia-sia atau terbeli oleh praktik politik uang yang bersifat sesaat,” tambahnya.
Sementara itu, Guru PPKN SMK Negeri 2 Kota Bekasi, Kusmiyati, M.Pd menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Bawaslu memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada siswa.
“SMK Negeri 2 Kota Bekasi menjadi salah satu sekolah yang terpilih untuk mendapatkan sosialisasi dari Bawaslu. Siswa-siswi kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini, karena selain mendapatkan pembelajaran tentang demokrasi di kelas, mereka juga memperoleh informasi langsung dari Bawaslu, khususnya terkait kepemiluan sebagai pemilih pemula,” ujarnya.
Ia menambahkan, praktik nilai demokrasi juga telah diterapkan di lingkungan sekolah, salah satunya melalui pemilihan ketua OSIS yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil).
“Kami berharap program seperti ini tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat berlanjut di waktu mendatang, sehingga sekolah dapat terus memperoleh informasi dan pemahaman yang lebih luas terkait kepemiluan, baik pemilu maupun pilkada,” tambahnya.
Antusiasme juga datang dari para siswa. Salah satu peserta, Alida Nur Fazriah, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.
“Kegiatan bersama Bawaslu ini sangat seru dan menambah wawasan kami tentang pemilu dan demokrasi. Kami jadi lebih siap sebagai pemilih pemula. Semoga Bawaslu terus sukses dalam memberikan edukasi kepada pelajar, sehingga ke depan pemilu dapat berjalan jujur dan adil tanpa kecurangan,” ujarnya.
Melalui Kelas Demokrasi ini, Bawaslu Kota Bekasi berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Humas-Af