Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Media Sosial

Bawaslu Kota Bekasi Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Media Sosial

Anggota Bawaslu Kota Bekasi Jhonny Sitorus saat menjadi narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan organisasi mahasiswa GMNI Kota Bekasi

Bawaslu Kota Bekasi mengajak kalangan mahasiswa untuk lebih cermat dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, di tengah derasnya arus berita bohong atau hoaks.

Ajakan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, dalam kegiatan kaderisasi lintas komisariat aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota dan Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/1), di Aula Kecamatan Bekasi Utara. Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPC GMNI Kota Bekasi Fajar Febriandi dan Ketua DPP GMNI Cristian Manurung.

Menurut Jhonny, cara paling efektif untuk menangkal hoaks adalah dengan melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap sumber informasi yang kredibel dan terpercaya. Ia menilai, penyebaran informasi palsu cenderung meningkat ketika masyarakat berada dalam situasi genting, seperti saat terjadi bencana alam maupun di tengah kegaduhan politik.

“Masih ada oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja menciptakan konten media sosial yang tidak sesuai dengan data dan fakta di lapangan untuk membuat publik resah,” kata Jhonny.

Jhonny Sitorus
Jhonnny Ajak Mahasiswa Cermat Menyaring Informasi di Media Sosial

Ia mencontohkan, beredarnya foto dan video banjir di Bekasi yang telah diedit ulang sehingga menimbulkan kesan seolah-olah kondisi banjir tidak tertangani dan semakin parah. Padahal, pada saat cuaca mulai cerah dan genangan mulai surut, masih beredar informasi tentang ancaman curah hujan tinggi di wilayah hulu dan kenaikan permukaan air di Bendung Bekasi.

“Setelah ditelusuri melalui sumber resmi seperti BMKG, informasi tersebut tidak akurat dan masuk kategori hoaks,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jhonny mengingatkan bahwa potensi penyebaran hoaks diperkirakan akan semakin masif menjelang Pemilu 2029 mendatang. Oleh karena itu, ia menilai mahasiswa dan kelompok terpelajar memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga ruang publik digital tetap sehat dan bertanggung jawab.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga berani menyampaikan informasi yang benar dan meluruskan kabar bohong yang beredar di tengah masyarakat,” katanya.

Berdasarkan laporan Digital 2026: Indonesia dari Data Reportal, jumlah pengguna internet dan media sosial di Indonesia terus meningkat. Pada 2025, tercatat sekitar 230 juta pengguna internet dan 180 juta pengguna media sosial, atau naik sekitar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun platform yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia antara lain TikTok, WhatsApp, dan Instagram.

Sebagai lembaga pengawas pemilu, Bawaslu Kota Bekasi terus mendorong partisipasi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, untuk terlibat aktif dalam pengawasan partisipatif. Upaya tersebut dinilai penting guna mencegah penyebaran hoaks bermuatan politik yang berpotensi mengganggu tahapan pemilu serta merusak kualitas demokrasi.

Humas-Af