Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Bekasi Dorong Perluasan Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Publik

Bawaslu Kota Bekasi Dorong Perluasan Peran Mahasiswa dalam Pengawasan Publik

Anggota Bawaslu Kota Bekasi Jhonny Sitorus saat menjadi narasumber pada kegiatan yang diselenggarakan GMNI Kota Bekasi

Kota Bekasi - Bawaslu Kota Bekasi menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam pengawasan publik sebagai bagian dari upaya memperkuat demokrasi dan akuntabilitas pemerintahan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan yang diselenggarakan organisasi mahasiswa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi yang digelar pada Sabtu (17/1).

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia, dan Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Bawaslu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya aktif dalam isu-isu elektoral, tetapi juga mengambil peran lebih luas dalam pengawasan kinerja pemerintah dan pelayanan publik.

Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, menekankan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai pengawas publik karena independensi dan kedekatannya dengan masyarakat. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi penyeimbang sekaligus pengingat bagi pemerintah agar tetap responsif terhadap kebutuhan warga.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana efektif dalam menyampaikan aspirasi dan melakukan pengawasan. Jhonny menyebutkan bahwa saat ini seluruh pemerintah kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi telah memiliki kanal media sosial resmi yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menyuarakan persoalan publik secara terbuka dan konstruktif.

Pengawasan tidak selalu harus melalui mekanisme formal. Penyampaian aspirasi dan laporan kondisi di lapangan melalui media sosial juga merupakan bagian dari kontrol publik terhadap kinerja pemerintah,” ujar Jhonny.

Selain itu, Jhonny menyoroti sejumlah persoalan aktual yang tengah dihadapi masyarakat, seperti dampak cuaca ekstrem dan bencana yang berpengaruh terhadap pelayanan publik. Ia mengajak mahasiswa untuk turut mengawasi penanganan banjir, pohon tumbang, infrastruktur rusak, hingga persoalan drainase yang kerap dikeluhkan warga.

Pelaporan kondisi di lapangan yang menjadi kegelisahan masyarakat adalah bentuk nyata pengawasan publik. Dari situ, kita bisa melihat sejauh mana pemerintah hadir dan responsif dalam melayani masyarakat,” tambahnya.

Vidya Nurrul Fathia
Ketua Bawaslu Kota Bekasi saat Menjadi Narasumber

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Vidya Nurrul Fathia, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran krusial dalam penyelenggaraan pemilu karena independensi, kapasitas intelektual, serta akses yang luas terhadap teknologi. Bersama Bawaslu, mahasiswa dinilai mampu mengambil peran dalam pengawasan partisipatif pada seluruh tahapan pemilu, mulai dari proses hingga rekapitulasi dan penetapan hasil suara.

Kehadiran mahasiswa dalam setiap tahapan pemilu dapat mempersempit ruang terjadinya pelanggaran dan memastikan kedaulatan rakyat tetap terjaga melalui pemilu yang berkualitas,” ujar Vidya.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Bekasi berharap keterlibatan mahasiswa dalam pengawasan publik, baik pada tahapan pemilu maupun isu-isu pemerintahan, dapat terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mewujudkan demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berkeadilan.

Humas-Af