Gandeng Institut STIAMI, Bawaslu Kota Bekasi Perkuat Pengawasan Pemilu Partisipatif Berbasis Akademisi
|
BEKASI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi terus memperluas jaringan pengawasan partisipatif untuk mengawal integritas demokrasi. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengawasan Pemilu Berbasis Partisipatif sekaligus Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI Kota Bekasi yang berlangsung di Graha Hartika, Kota Bekasi, Senin (26/10/2026).
Acara yang diawali dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bawaslu ini dihadiri oleh jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Bawaslu Kota Bekasi, Badan Kesbangpol Kota Bekasi, KPU Kota Bekasi, serta jimpinan dan mahasiswa Institut STIAMI. Pembacaan doa yang dipimpin oleh Abdillah menandai dibukanya seluruh rangkaian acara dengan khidmat.
Dalam laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kepala Bagian Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kota Bekasi, Rendy Tri Ramawan, kegiatan sosialisasi ini didanai melalui hibah non-tahapan Pemkot Bekasi sebesar Rp150 juta yang direalisasikan ke dalam 10 kegiatan penguatan pengawasan partisipatif masyarakat. Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Ibu Choirunnisa Marzoeki menyampaikan bahwa kerja sama antara Bawaslu dan Institut STIAMI sejatinya sudah berjalan lama dalam bentuk magang, riset, dan pengabdian masyarakat.
Penandatanganan MoU ini menjadi momentum resmi untuk melegalkan sinergi berkelanjutan tersebut. Senada dengan hal tersebut, Ketua Bawaslu Kota Bekasi, Ibu Vidya Nurrul Fathia menegaskan bahwa tindak lanjut dari MoU ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Bawaslu Kota Bekasi dan Institut STIAMI siap menjalankan program konkret seperti pembentukan kader pengawas partisipatif di lingkungan kampus, program magang mahasiswa berkala, serta riset kepemiluan bersama.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Bekasi, Hudi Wijayanto Menurutnya, rasio personel Bawaslu sangat terbatas jika dibandingkandengan total jutaan pemilih di Kota Bekasi. Oleh sebab itu, partisipasi aktif mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika sangat dibutuhkan untuk menjaga keadilan pemilu.
Dari jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Fereddy dan Syaiful Bachri turut memberikan pengarahan. Syaiful Bachri secara resmi membuka acara sembari menekankan pentingnya menjadikan evaluasi Pemilu 2024 sebagai pijakan proyeksi pengawasan ke depan. Sementara Fereddy mengajak mahasiswa untuk bersikap kritis mengawasi kinerja penyelenggara pemilu.
Acara ini juga diselingi persembahan biola membawakan lagu Indonesia Pusaka oleh Ananda Sejiwa Nabasbumi, sebelum ditutup dengan sambutan Rektor Institut STIAMI, Prof. Sylviana Murni Dalam arahannya, Prof. Sylviana memotivasi mahasiswa agar aktif berorganisasi dan mengawal integritas pemilu, serta tidak menjadi mahasiswa "kupu-kupu" (kuliah-pulang). Melalui kerja sama ini, Bawaslu Kota Bekasi dan Institut STIAMI berkomitmen menciptakan ekosistem demokrasi yang bersih, jujur, dan berintegritas tinggi di Kota Bekasi.
Penulis dan Foto: Zidan Herlangga
Editor: Aprianto Bima